Jumat, 08 Agustus 2014

Kali saya akan share atau berbagi pengertian dari flashing itu apa? Gunanaya Flashing untuk apa? Firmware itu apa? dan gunanya firmware itu apa? dan satu lagi Root itu apa? dan gunanya root itu apa untuk android? apa perlu di root? demikian lah yang mungkin ada sebagian dari juragan dengan banyak pertanyaan tapi masih gak tau apa arti atau pengertian dari banyak pertanyaan yang sering muncul di benak juragan, maka dari itu saya akan share pengertian dan kegunaannya.

Apalagi untuk pengguna android itu wajib tahu dan tentunya bisa melakukannya, bukan hanya tahu saja. ok langsung aja gan.

Root/rooting itu apa?
Rooting itu merupakan proses buat mengembalikan hak administratif terhadap HH yang kita gunakan (walaupun sebenarnya Android itu opensource, tapi nyatanya kita masih dibatasi buat mengakses system HH kita), dengan kata lain, dengan me-root HH, kita bisa bebas dalam mengedit atau menambah file kedalam HH kita.

Memang HH harus di root ya?
Root bukan merupakan suatu keharusan. kalo beli HP cuma buat SMS, telpon, internetan, dan ngga mau berhubungan dengan masalah system, mending ngga usah di root.

Kenapa harus di root gan?
Tujuan utama "rooting" adalah untuk mendapatkan kekebasan dan kontrol penuh terhadap Android devices yang kita gunakan. Kalau kita sudah berhasil melakukan "rooting" maka kita bisa melakukan apa saja termasuk kegiatan "tweaking" untuk meningkatkan perfomance dan kinerja Android devices kita.
 Apa keuntungan lain dari proses Rooting?
Yang jelas dengan meroot device kita, kita bisa meningkatkan performance device. artinya, kita bisa memindahkan dan mengatur cache memory, melakukan over clocking, memindahkan aplikasi ke external memory yang tujuannya meningkatkan kinerja device kita.

- Merubah 'core' application. Kalau udah "nge-root" kita bisa mengganti atau bahkan menghapus aplikasi-aplikasi "core" bawaan si Android, termasuk kebebasan untuk menambahkan dan memodifikasi tema baru,

- Mengedit aplikasi inti yang sudah terinstall. Tidak itu saja, kita pun dapat melakukan backup dan recovery boot images, juga melakukan penambahan (instalasi) aplikasi berbasis Linux binary.

- Bisa menambah Aplikasi sesuka hati. Banyak sekali aplikasi untuk Android yang beredar membutuhkan akses "root" pada waktu diinstall. Jadi aplikasi-aplikasi tersebut bisa diinstall jika Android devices sudah ter "rooted". Ambil contoh misalnya aplikasi : link2sd, SSHdroid, Callblocker, rootSystemTools dan masih banyak lagi.

Terus cara melakukan rooting?
Prosedur yang digunakan untuk melakukan rooting sangat bervariasi tergantung dari devices Android yang dipergunakan. Sekalipun bervariasi tapi pada umumnya bahwa antara devices yang 1 dengan devices yang lain tidak terlalu berbeda cara melakukan rootingnya.

Katanya root bisa menghilangkan garansi?
Adalah benar. Root itu diibaratkan seperti “segel garansi”. Analoginya seperti ini, apabila agan membeli komputer buatan pabrik (bukan komputer rakitan), biasanya akan dilengkapi dengan segel atau stiker garansi. Segel ini biasanya akan rusak bila kita membuka casing computer.

Sama halnya dengan root Android. jika HP agan mengalami kerusakan, misalnya speaker tidak berbunyi dan dibawa ke Service Center dengan kondisi ter-root, maka ada kemungkinan klaim garansi akan ditolak dan dikatakan bahwa ponsel rusak akibat proses root, padahal sebenarnya tidak.

Tapi sebenarnya ngga usah galau dan bimbang, berbeda dengan segel garansi, proses root dapat dibalikkan atau ponsel dikembalikan ke kondisi awal. Proses ini dinamakan Unroot.

Firmware itu apa gan?
Seperti halnya analogi upgrade Windows Vista ke Windows 7 karena (pasti) lebih bagus, stable, dan kenceng Windows 7 daripada Windows Vista. Nah seperti itu pula upgrade firmware android kita.

Upgrade firmware ada dua macam. Ada upgrade firmware yang official sama yang ngga official. Nah yang official tentu saja maksudnya upgrade sesuai dengan rilis vendor hp nya. Misal agan pakai Galcore, kemudian upgrade firmware menggunakan Samsung KIES, berarti agan upgrade menggunakan firmware official dari Samsung.

Berbeda halnya jika agan upgrade menggunakan custom ROM yang didapat di internet (misalnya firmware custom dari XDA-Developers). Firmware custom seperti itu ada kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihannya adalah jika paket-paket yang ditawarkan sama sang pembuat custom firmware tersebut cocok dengan kita, kekurangannya kalau gak cocok. Biasanya custom firmware seperti itu ketika di test lebih oke performance nya daripada firmware yang official. Karena sang pembuat firmware ini suka melakukan tweaking yang ekstrim.

Tinggal masalah selera aja mau yang adem ayem, pakailah rom official atau yang suka bereksperimen, silakan lirik custom firmware ( DWYOR tentunya ).

Flashing itu apa?
Flashing dalam dunia handphone bagaikan instal ulang pada komputer atau laptop. Dalam handphone terdapat Hardware, dan tentunya hardware itu dapat bekerja jika dilengkapi dengan software.

Nah, proses mengganti ulang software handphone inilah yang disebut dengan proses flashing.

Memang perlu flashing firmware?
Biasanya update terbaru yang bocor dan tersedia sebelum update resmi sehingga kita harus flash secara manual menggunakan perangkat lunak pc.

CWM itu apa?
Secara singkat, CWM itu adalah recovery mode yg sudah di kustomisasi sedemikian rupa dengan berbagai fungsi tambahan seperti backup/restore, instalasi dan lain-lain yg tidak ada di recovery mode standar.

Kegunaanya apa?
Secara umum, fungsi yang paling banyak digunakan:

-Backup
Sesuai dengan namanya nandroid backup untuk membackup sistem ponsel, internal memori dan termasuk seluruh partisi dan menyimpannya ke dalam sdcard. hasil backup berupa folder dengan nama sesuai tgl-bln-thn-jam saat melakukan backup.

Contoh, saat ini kita memakai ROM “A” yang memiliki 10 apps yang terinstal. Kemudian kita backup dengan CWM recovery. Sewaktu kita restore hasilnya akan sama seperti saat kita membackup ROM “A”, yang memiliki 10 apps. Ini sangat membantu apabila kita suka gonta-ganti firmware yg berbeda dan ketika ingin kembali ke ROM inginkan kita tinggal lakukan restore menggunakan CWM tanpa harus flash ulang dan instal banyak aplikasi lagi. Dengan demikian kita bisa memiliki banyak versi firmware keinginan.

-Restore
Seperti namanya juga, restore adalah mengembalikan kondisi ponsel sesuai kondisi saat kita backup. Jika kita punya banyak backupan dengan versi ROM yg berbeda-beda dengan aplikasi yg berbeda-beda pula dan ingin kembali ke ROM tertentu.

-Menghapus (wipe) data di sistem dan di cache (Dalvik) dan masih banyak lagi

Demikianlah sekilas mengenai root dan istilah-istilah di android, jika ada yang kurang silakan ditambah.

sumber : Google
 
Semoga bermanfaat untuk mendapatkan update tips dan trik terbaru juragan bisa like funpage facebook blog tips dan trik. Terimkasih atas kunjungan juragan ke blog tips dan trik jika artikel Pengertian Flashing, Firmware Dan Root Android dll ini menurut juragan bermanfaat, share ke teman-teman juragan juga ya ^_^


Membaca adalah cara terbaik untuk mendapatkan ilmu, tanpa mau membaca seseorang sangat sulit mendapatkan ilmu.

Jika kamu gagal, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar