Kamis, 09 Oktober 2014

Sejarah Sekuriti Nokia

Post:Team Abdee Blues Cell Indramayu
Sejarah Sekuriti/proteksi Keamanan Handphone Nokia dari Zaman DCT3 hingga BB5 terbaru dan hubungannya dengan masalah Contact service…

Sebelum kita membahas mengenai Sejarah Sekuriti pada handphone Nokia ada baiknya kita mengetahui pembagian atau klasifikasi dari handphone nokia itu sendiri.
Berikut contoh layout Handphone Nokia DCT3, dalam hal ini tipe 8210…
8210_Explain
Berikut Layout salah satu HP Nokia DCT4, yaitu Nokia 6101 RM-76
6101_Layout
Ada juga yang disebut HP Nokia tipe WD2 dan TIKU, tetapi pada prinsipnya HP golongan tersebut masuk dalam kategori DCT4 karena Baseband serta sekuritinya sama, hanya saja ada penambahan tertentu karena HP tersebut sudah mulai mengadopsi sistem operasi symbian(untuk WD2) dan Java MIDP 2.0 untuk TIKU yang digunakan untuk Aplikasi dll. Hal ini tentu saja butuh kapasitas memory dan CPU yang lebih tinggi untuk mengakomodir keunggulannya tersebut.
Umumnya IC flash lebih dari satu dan IC RAMnya tidak lagi terintegrasi dengan IC lain tetapi sudah tersendiri.
Selain itu juga, pada HP golongan ini ditambahkan IC Zokus untuk memperingan kerja dari IC UEM… (mohon dikoreksi kalo salah…)
Berikut contoh Layout HP WD2 Nokia 3230…
PIC_3230
Kalo untuk Handphone tipe Nokia DCT4 TIKU bisa kita lihat penjelasan dari DJ Orion
di forum.djawir.com
Stucture NOKIA 8800 DCT4-TIKU
________________________________________
Kali ini kita akan mengenal lebih dekat Ponsel Nokia 8800 yang memiliki processor bergolongan TIKU. Yang memiliki struktur mesin yang agak berbeda dengan golongan lain seperti DCT4, WD2, BB5.
Dari Desainnya yang elegant, ponsel ini memiliki system operasi Java MIDP 2.0 dengan layar 256K warna 208×208 pixel, camera 600×800 pixel, serta konektivitas Bluetooth.
Ponsel ini dikendalikan oleh procesor yang bernama TIKU. Dimana processor ini sudah menyatu bagian memory didalamnya. Beda dengan type lain yang antara processor dan Memory terpisah. Untuk RAM yang digunakan adalah PDRAM (Program Data RAM). TIKU ini mengontrol system kerja pada ponsel termasuk :
Kamera
LCD
Keypad
Bluetooth
FM Radio
Dan sebagai bagian Power dan Audio tetap digunakan UEM (Universal Energy Management Enhanced Version). Fungsi utama UEM ini sebagai :
– Regulator Power Supply
– Control signal yang diteruskan ke/dari IC RF Helgo.
– Control Charging
– Control Audio & Vibrator
– Voltage Control untuk SIM Card
– Control Jalur Data FBUS/MBUS
– Control LED (Light Emitting Diode)
– Data IMEI tersimpan dalam UEM
Kedua IC tsb TIKU dan UEM adalah komponen utama bagian BaseBand (BB) yaitu Bagian Pengontrol atau Logic dari ponsel. Sedangkan bagian yang mengontrol proses signal adalah bagian RF (Radio Frequency). Adapun bagian RF terdiri dari :
-HELGO sebagai komponen utama bagian RF sebagai Signal processor.
-Power Amplifier (PA) RF9250E4.1 sebagai penguat pada bagian Transmitter (TX).
-VCTCXO (Voltage Controlled Temperature Compensated Crystal Oscillator) yang berfungsi sebagai Local frequency untuk dimixer dengan frequency operator. Frekuensi berkisar 3296-3980 Mhz.
Selain bagian utama RF dan Baseband, juga terdapat perangkat tambahan lain seperti :
-IC Radio FM Module TEA5761UK
-IC Bluetooth Module BC-3 ROM
Kedua IC tsb mengontrol Aplikasi FM radio serta transfer data yang menggunakan Bluetooth. Masalah kerusakan yang berhubungan dapat disebabkan oleh kedua komponen tsb.
Sedangkan kerusakan bagian power umumnya disebabkan oleh UEM selain dari software yang bermasalah. Serta PA yang short apabila terjadi short circuit pada ponsel, juga masalah flexible Kerusakan pada UEM dapat dilakukan pengukuran dengan mengukur :
1. 32 Khz Sleep Clock pada C209 yang dihasilkan oleh Crystal 32 Khz serta UEM
2. VR3=2,8 V pada C295 pin1
3. 26 Mhz RF Clock 300 mV pp pada C422 pin2 yang berasal dari Crystal 26 Mhz dan Helgo.
4. PURX (Power Up Reset) 1,8 V pada J404 atau N6031
Untuk Connector Battere pada Nokia 8800 berbeda dengan type lainnya. Connector battere pada type ini hanya memiliki 2 pin yaitu Vbatt + dan Ground.
Sedangkan BSI (Battery Size Info) terletak pada PCB. Pada Connector Battere ini juga terdapat SIM Card Detection yang berfungsi sebagai saklar menuju SIM card jika battere dipasang dan dilepas.
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Tegangan pada Connector Batt disalurkan menuju ZOCUS yang terletak pada Connector Batt yang bertugas mengontrol dan membagi arus dari Battere menuju komponen-komponen pada ponsel.
Kerusakan pada Zocus dapat mengakibatkan gangguan power.
Nah Gimana Dengan Nokia BB5…seperti apa layout nya…mari kita lihat…
N70_Explain
Nah, untuk desain BB5 ini, nokia benar2 merubah semuanya baik dari baseband (untuk kebutuhan Aplikasi & Multimedia) hingga desain bagian signal (untuk peningkatan kemampuan komunikasinya ex. 3G) demi tuntutan persaingan pasar yang semakin berat… serta juga untuk memperkuat proteksi sekuritinya agar tidak bisa di Unlock selain oleh Nokia Sendiri. Alhasil, kakek guru kita…Dejan Kaljevic… dan kawan2(JAF Team, Saras Team dll), harus memulai semuanya dari awal…Riset dan percobaan selama beberapa tahun… agar bisa melakukan modifikasi (baca : Unlock) terhadap Software HP Nokia BB5.
(denger2…Dejan Kaljevic sampai perlu bertapa dan menyepi…he…he..he…curse for the legend).
Koreksi :
DCT3 = Nokia Digital Core Technology 3
DCT4 = Nokia Digital Core Technology 4
BB5 = Nokia Base Band 5 ( BB-5 )

1 komentar: